Pelatihan Jumantik Kabupaten Badung, Bali untuk Survei Habitat Jentik dan Aplikasi Jumantik Digital
Kasus demam berdarah dengue (DBD) sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat. Juru pemantau jentik (Jumantik) berperan dalam melakukan pendataan dan pemberantasan jentik di lingkungannya. Untuk meningkatkan kapasitas jumantik di Kabupaten Badung, maka diadakan pelatihan yang bertujuan untuk melatih para jumantik untuk melakukan survei habitat jentik menggunakan aplikasi sistem surveilan lingkungan digital terintegrasi untuk pengendalian DBD.
Sasaran kegiatan ini adalah jumantik di 13 Puskesmas yang ada di Kabupaten Badung, dengan jumlah total sebanyak 583 petugas jumantik dan 62 koordinator jumantik. Pelatihan ini dilakukan secara bertahap di setiap Puskesmas, dari bulan Juni hingga September 2022. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Badung bekerjasama dengan Program Studi Sarjana Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana. Narasumber kegiatan ini ada Sang Gede Purnama, SKM, MSc, Dr. drh. Made Subrata, M.Erg dan Ngakan Putu Anom Harjana, SKM, MA.
Melalui pelatihan pendataan digital menggunakan aplikasi terintegrasi SILIRA ini diharapkan para jumantik dapat melakukan pendataan habitat jentik di masing-masing banjar yang ada di Kabupaten Badung, sehingga dapat dilakukan pemetaan terhadap kawasan berisiko penyakit DBD. Upaya ini berguna untuk meningkatkan sistem kewaspadaan dini dalam pencegahan dan penularan DBD di kawasan endemis, guna mewujudkan Kabupaten Badung yang sehat.



FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA